19.06.2021 | History

1 edition of Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu found in the catalog.

Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu

laporan penelitian individual

  • 879 Want to read
  • 89 Currently reading

Published by Administrator in Pusat Penelitian, IAIN Walisongo

    Places:
  • United States
    • Subjects:
    • Pusat Penelitian, IAIN Walisongo


      • Download Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu Book Epub or Pdf Free, Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu, Online Books Download Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu Free, Book Free Reading Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu Online, You are free and without need to spend extra money (PDF, epub) format You can Download this book here. Click on the download link below to get Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu book in PDF or epub free.

      • Includes bibliographical references (leaves [124]-[125]).

        StatementPusat Penelitian, IAIN Walisongo
        PublishersPusat Penelitian, IAIN Walisongo
        Classifications
        LC Classifications1998
        The Physical Object
        Paginationxvi, 54 p. :
        Number of Pages71
        ID Numbers
        ISBN 10nodata
        Series
        1nodata
        2
        3

        nodata File Size: 4MB.


Share this book
You might also like

Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu by Pusat Penelitian, IAIN Walisongo Download PDF EPUB FB2


Untuk mengimbangi perkembangan ilmu dan teknologi pun, peranan agama dan etika menjadi lebih penting Jacob, 1988: 30. Agar sepanjang hidupnya dijadikan keteladanan, sehingga dapat mengharap keselamatan, yakni keselamatan dalam hidupnya sebagai makhluk, yang kemudian berkembang tak ubahnya seperti bunga-bunga.

Ia adalah keturunan Sunan Giri yang melarikan diri saat Giri ditakhlukan oleh kekuatan militer Mataram. Di antara pujangga kraton yang menulis serat piwulang adalah Yasadipura II. Perkembangan dan pengembangan model-model penggarapan dan pengkajian naskah-naskah Jawa telah berlangsung dari waktu ke waktu.

Yasadipura II adalah contoh tipe orang Jawa yang mempelajari, mendalami dan melaksanakan ajaran Islam, tetapi tidak kehilangan kejawaannya.

ETIKA JAWA

Manusia selalu dihadapkan dengan berbagai persoalan dalam menjalani kehidupan, oleh karena itu diperlukan solusi untuk memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Tunjukkanlah keikhlasan hatimu apabila memberi hadiah kepada orang-orang brahmana dan pendeta yang terkemuka. Ungkapan ber budi maknanya asring paring dana Tindak kongkritnya yaitu anggeganjar Ajaran etiket Yasadipura II dalam Sanasunu dina yang bermakna seorang pemimpin yang pemurah, kreatif, inovatif serta memiliki kepribadian agung.

Janganlah kita memamerkan pakaian, perhiasaan dan kebagusan wajah yang terpenting adalah kebagusan hati, karena jika mengagungkan penampilan luar akan menimbulkan kejelekan seperti yang diungkapkan dalam pupuh III, Asmarandana bait 14 dan 15 yaitu: Ing kanan miwah ing keri yen anganggo-anggo siro sawatara sasedhenge bebed myang iket-iketan den nganggo masa kala aywa saban sore esuk siang nganggo jijingkengan.

Tak akan salah pandangannya terhadap segala makhluk dan terjadinya bumi dan langit serta segala isinya. Yasadipura II merupakan keturunan Sultan Hadiwijaya Jaka Tingkir.The focus of this study is the analysis of morality teaching in Serat Sanasunu. Kyai Priyayi di Masa Transisi. Dalam perkembangannya, Surakarta mampu menelurkan tiga pujangga besar keraton, mulai Yasadipura I sampai Rangga Warsita. Janganlah lekas-lekas memberi hadiah kepada pegawai, sebelum adinda menyelidikinya.

Ciri orang yang sudah mencapai tataran sembah rasa ini adalah anteng, meneng, jatmika, sembada, dan wiratama. Beragam pupuh tembang macapat tersebut terbagi dalam bait-bait pada setiap pupuh tembang macapat terdiri dari 26-40 bait. Masalah mabuk perlu pula engkau ketahui jenisnya ada lima. Kaitannya dengan hal itu, orang tua harus mengajarkan tentang tata cara berakhlak kepada Allah. Ungkapan nenek-moyang: Wong Jawa kari separo, mempunyai konotasi ganda: kuantitatif dan kualitatif.

Dan di sinilah akhir perjalanan suluknya.